02
Apr
10

Ditolaknya Ibadah Karena Sebutir Kurma

Beberapa hari ini bangsa Indonesia sedang digemparkan dengan markus alias makelar kasus. Pengemplang pajak lah, pengedar narkoba lah, semua bisa diatur. Padahal harta yang diperolehnya jelas-jelas haram karena hasil menipu. Bukan menipu siapapun melainkan dirinya sendiri. Kita perlu ingat bahwa hanya harta yang halal yang akan membawa kita menuju surga. Di bawah ini akan kita simak kisah seorang ‘alim yang ditolak ibadahnya hanya karena sebutir kurma.

Suatu ketika seorang ‘alim bernama Ibrahim bin Adham hendak berziarah ke Masjidil Aqsha. Karena perjalanan yang akan ditempuhnya cukup jauh, Ibrahim bin Adham memutuskan untuk membeli kurma di halaman Masjidil Haram. Penjualnya yang seorang tua segera menimbang dan membungkusnya. Setelah bungkusan itu diterimanya, secara tidak sengaja Ibrahim bin Adham melihat sebutir kurma di sekitar timbangan. Segera diambil dan dimakannya kurma tersebut karena ia kira miliknya.

Tanpa prasangka apapun, ia melanjutkan perjalanannya menuju Masjidil Aqsha. Tak terasa 4 bulan berlalu, Ibrahim telah sampai di Masjidil Aqsha. Setelah memilih tempat untuknya beribadah, ia pun memulai shalat dan doanya dengan sangat khusyu’. Namun, di tengah kekhusyu’annya beribadah ia mendengar percakapan dua malaikat. Dan yang membuatnya terkejut adalah dua malaikat tersebut sedang membicarakan dirinya.

“Lihat, itulah Ibrahim bin Adham yang do’anya selalu dikabulkan Allah. Ia adalah seorang ahli ibadah.”

“Tapi sejak 4 bulan lalu, do’anya ditolak Allah. Ia makan kurma yang bukan haknya.”

Sangat terkejut Ibrahim mendengarnya. Jadi selama 4 bulan terakhir ini ibadahnya tidak diterima Allah karena sebutir kurma yang ia makan karena tergeletak di sekitar timbangan pedagang tua. Ia segera bergegas kembali ke Masjidil Haram untuk meminta pengikhlasan dari sang pedagang.

Sesampainya di halaman Masjidil Haram, ia tidak menemukan pedagang tersebut, tetapi seorang anak muda yang menjaga dagangannya. Ibrahim bertanya, “Delapan bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua, saya ingin menemuinya tapi kenapa tidak ada di sini?”.

“Beliau sudah meninggal, saya yang menggantikannya berdagang kurma di sini.”

Kemudian Ibrahim menceritakan ihwal ketidaksengajaannya memakan kurma yang tercecer di sekitar timbangan itu. Juga disampaikannnya kepada pemuda tersebut bahwa ia memohon keikhlasan sang pemuda sebagai ahli waris sang pedagang. Sang pemuda mengikhlaskan, tapi tak disangka ternyata almarhum pedagang tua memiliki beberapa ahli waris lain yang tinggal di tempat yang agak berjauhan.

Karena memang berniat untuk memperoleh kehalalan sebutir kurma itu, Ibrahim mendatangi satu per satu ahli waris sang pedagang. Dan setelah selesai, Ibrahim segera berangkat kembali ke Masjidil Aqsha. Terdengar suara dua malaikat.

“Lihatlah ia, Ibrahim bin Adham yang do’anya ditolak karena sebutir kurma yang bukan haknya.”

“Bukan, ia sudah mendapat penghalalan atas kurma itu. Kini Allah kembali ridho untuk mengabulkan semua do’anya.”

Image source: hpa4u.wordpress.com


0 Responses to “Ditolaknya Ibadah Karena Sebutir Kurma”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Quotes of The Week

20 April 2010 - 26 April 2010

Imam Ahmad bin Hambal ditanya, "Kapan seorang hamba bisa istirahat?" Beliau menjawab, "Ketika kakinya menginjak syurga."

- Imam Ahmad bin Hambal

Blog Stats

  • 4,164 hits

Featured Image


Mount Fuji in Japan | kiraku.tv
Indahnya Gunung Fuji melatarbelakangi bunga sakura yang sedang bersemi. (Mar 23, 10)

Archives


%d bloggers like this: